Jakarta – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), jajaran Kepolisian meningkatkan kehadiran di tengah masyarakat. Salah satunya dilakukan Kapolsubsektor Pasar Induk Kramat Jati yang melaksanakan patroli dialogis sekaligus silaturahmi dengan pedagang dan pembeli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (22/12/2025).
Kegiatan patroli dan pemantauan tersebut dilaksanakan oleh Kapolsubsektor Pasar Induk, IPDA H. Abdul Basit, SH, di kawasan ruko bumbu dapur kering Pasar Induk Kramat Jati pada pukul 17.00 hingga 17.30 WIB. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal, S.H., S.IK., M.Hum, serta Kapolsek Kramat Jati AKP P.H. Siahaan, S.H., M.H., sekaligus implementasi program membangun komunikasi dua arah antara Polri dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, IPDA Abdul Basit menyambangi para pedagang dan pembeli untuk menyerap aspirasi serta menanyakan situasi keamanan pasar. Dari hasil dialog, para pedagang menyampaikan bahwa kondisi Pasar Induk Kramat Jati saat ini relatif aman, tertib, dan lebih tertata dibandingkan sebelumnya, meski masih ditemukan anak-anak yang meminta-minta namun tidak separah sebelumnya.
Selain aspek keamanan, petugas juga menanyakan perkembangan harga bumbu dapur menjelang Nataru. Berdasarkan keterangan pedagang, sebagian harga bumbu kering mengalami kenaikan, khususnya bawang putih dan kacang tanah impor. “Kami mencatat ada kenaikan harga pada beberapa komoditas, terutama bawang putih dan kacang tanah impor, sementara bumbu dapur lainnya relatif masih stabil,” ujar IPDA Abdul Basit.
Usai dialog, Kapolsubsektor Pasar Induk melaksanakan patroli jalan kaki di titik-titik rawan kejahatan di area pasar. Patroli ini bertujuan untuk mencegah potensi tindak kriminal sekaligus memberikan rasa aman bagi pedagang dan pengunjung. Hasilnya, masyarakat mengaku merasa lebih nyaman dan aktivitas pasar berjalan lebih lancar tanpa kemacetan seperti sebelumnya.
Kehadiran Polri secara langsung di Pasar Induk Kramat Jati mendapat apresiasi dari pedagang dan pembeli yang merasa lebih terlindungi dan terayomi. Melalui patroli rutin dan komunikasi tatap muka, diharapkan sinergi antara Polri, TNI, pengelola pasar, serta para pemangku kepentingan lainnya terus terjaga, sehingga tercipta Pasar Induk Kramat Jati yang aman, tertib, dan nyaman, khususnya menjelang momentum Nataru.















