Satgas Pangan Awasi Distribusi Ayam, Harga Tinggi di Pasar Rawamangun Jadi Sorotan

banner 468x60

Jakarta – Polda Metro Jaya melalui Satgas Saber Pangan bersama sejumlah stakeholder menyoroti tingginya harga ayam di Pasar Rawamangun yang mencapai Rp45 ribu per kilogram. Temuan tersebut diperoleh saat Satgas Pangan bersama unsur kementerian dan lembaga terkait turun langsung ke lapangan untuk memantau harga bahan pokok, mulai dari pasar hingga Rumah Pemotongan Hewan Unggas (RPHU), Jumat (13/3/2026).

Kegiatan pengecekan dan inspeksi mendadak (sidak) tersebut dihadiri Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Dr. I Gusti Ketut Astawa, Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Bapanas Dr. Ir. Budi Waryanto, Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Dr. Muh Ardila Amry, serta personel Satgas Saber Pangan IPTU Sindhu Satria.

Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Dr. Muh Ardila Amry menegaskan bahwa pihaknya bersama para pemangku kepentingan akan terus melakukan pengawasan guna memastikan stabilitas harga pangan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Polda Metro Jaya melalui Satgas Pangan terus melakukan pengawasan bersama stakeholder terkait, baik di tingkat pasar tradisional, distributor, maupun produsen. Langkah ini merupakan bentuk pendampingan agar stabilisasi harga tetap terjaga dan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah,” ujarnya.

Dari hasil penelusuran di Pasar Rawamangun, para pedagang menyebut tingginya harga ayam dipengaruhi mahalnya pasokan dari tingkat hulu. Saat tim melakukan pengecekan ke RPHU Pulogadung, ditemukan harga ayam hidup (livebird) dijual sekitar Rp32 ribu per kilogram, padahal harga yang seharusnya berada di kisaran Rp25 ribu per kilogram. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada tingginya harga ayam karkas di tingkat pasar.

AKBP Ardila menjelaskan, jajaran Satgas Pangan Daerah Polda Metro Jaya secara rutin melakukan pengecekan harga bahan pokok penting di hampir 50 titik pasar tradisional. Namun di lapangan, petugas masih menemukan banyak pedagang yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), sehingga penindakan administratif tidak selalu mudah dilakukan.

“Apabila ditemukan pedagang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP), tentu kami memberikan teguran. Namun karena masih banyak pedagang yang belum memiliki NIB, kami berkolaborasi dengan PD Pasar untuk melakukan langkah administratif, termasuk rekomendasi terhadap izin kios maupun lapak,” jelasnya.

Selain melakukan pengawasan langsung, Polda Metro Jaya juga memasang tabel harga bahan pokok penting (bapokting) serta stiker peringatan di lapak pedagang yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP). Langkah ini dilakukan agar konsumen mengetahui harga acuan resmi yang ditetapkan pemerintah sekaligus menjadi pengingat bagi pedagang agar tidak menjual di atas batas yang telah ditentukan.

Dalam kegiatan tersebut, Satgas Pangan juga melakukan sidak ke Rumah Pemotongan Hewan Unggas (RPHU) Pulogadung. Tim menilai unit tersebut perlu mendapat teguran karena harga yang dilepas ke pasar dinilai masih terlalu tinggi. Padahal, sebagai unit usaha yang berada di bawah Perumda Dharma Jaya, RPHU diharapkan dapat menjalankan fungsi sosial untuk membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar.

Dari sisi teknis, perwakilan Kementerian Pertanian juga menyoroti bahwa RPHU seharusnya menghasilkan daging ayam dalam bentuk karkas yang aman, sehat, utuh, dan halal, bukan menyalurkan ayam hidup ke pasar.

Menanggapi temuan tersebut, pihak Perumda Dharma Jaya menyatakan akan segera menindaklanjuti hasil pengawasan Satgas Pangan dengan melakukan koordinasi internal agar harga yang dilepas ke pasar dapat disesuaikan dengan harga acuan yang berlaku.

“Kami segera menindaklanjuti kepada manajemen untuk menekan harga yang saat ini ada. Hari ini juga akan kami sampaikan kepada jajaran di lapangan agar dapat mengikuti harga yang berlaku,” ujar perwakilan Dharma Jaya.

Loading

About The Author

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *